DUA

Hey, bagaimana rasanya meninggalkan?

Soalnya saya biasanya ditinggalkan.

Bagaimana rasanya dicintai?

Yang saya tahu rasanya hanya mencintai.

Lalu bagaimana dengan rasa diinginkan?

Selama ini saya selalu berada di posisi menginginkan.

Kasihan, ya.

Tapi, tidak.

Saya tidak butuh dikasihani. Hahaha

Apa bedanya jika semua itu terjadi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s