Satu

Sebenarnya saya itu orangnya malas ngomong. Malas ngomong tapi maunya dingertiin πŸ˜”. Biasanya kalo orang nanya kamu kuliah di mana? Jurusan apa? Punya saudara berapa? Blah blah. Kalo sudah saya jawab tuh ga nanya balik lagi. Apakah saya termasuk orang yang ga kepo-an? Tapi kalo diajak chat-an saya suka kok. Malah lebih seneng chat daripada ngomong πŸ˜”. Malah di twitter saya sering bacot. Trust me, kamu akan seperti menemukan dua pribadi yang berbeda.

Saya ini ga pandai bersosialisasi. Anaknya pemalu dan terlalu dalam ketika memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Makanya hidupnya yah begini-begini saja. Tidak bisa keluar dari zona nyaman.

Bulan kemarin, iseng buka timeline facebook. Ada organisasi daerah yang buka pendaftaran untuk volunteer. Dan butuh waktu dua hari untuk mengambil keputusan buat daftar atau ga. Hasilnya udah pasti tau gimana. Gak jadi.

Selama dua hari itu saya capek berpikir dan menerka-nerka. Nanti gimana ya? Saya belum pernah nih ikut kegiatan begini. Ga akan nyusahin kan? Duh kegiatannya harus nginep di desa, sanggup ga ya? Saya kepengen tapi malas nginap. Nanti disana bakal ada ga ya yang mau temenan sama saya secara saya ini pendiam. Dan masih banyak lagi.
Oleh karena saya kecapekan mikirin itu, akhirnya saya ga ikut daftar. Saat itu saya pikir kalo ga daftar maka saya ga perlu mikirin itu lagi. Yo wes.

Tapi akhir-akhir ini saya berusaha keluar dari zona nyaman itu. Bukan berubah jadi supel dan ikut kegiatan sana-sini. Bukan. Semester ini saya melanjutkan studi di luar kota dan hidup sendirian. Pertama datang ke kota ini ga ada teman jalan, adanya ya teman-teman kuliah yang belum akrab. Alhasil kemana mana sendiri. Mainnya sendirian pula. Kalo masih tetap lanjut di kota asal mungkin saya ga akan rasain yang namanya nonton di cinema sendirian, makan di food court sendirian, jalan di mal sendirian, sampe nongkrong di keefsi sendirian. Padahal dulunya selalu ada yang temenin. Nah, itu termasuk usaha untuk keluar dari zona nyaman juga, kan?

Saya ga pinter bikin kata-kata penutup. Jelasnya ga tahu mau nulis apa lagi. Yo wes. Bye πŸ‘‹

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s